Dompet Dhuafa Jateng Berbagi Berkah di Tengah Wabah

Penerapan physical distancing atau pembatasan fisik di berbagai wilayah indonesia untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) membuat sejumlah orang mengalami penurunan pemasukan. Seperti yang dirasakan oleh Khamim (43 tahun), Pria asal Desa Maribaya, Kabupaten Purbalingga.

Di tengah wabah virus corona (Covid-19) dan imbauan di rumah saja, orang-orang seperti Khamim harus tetap mencari nafkah. Langkahnya berat karena dagangan masih utuh. Sesekali berhenti untuk memompa ban gerobak baksonya karena kurang angin menyebabkan beban roda yang tak seimbang. sejak ada corona (Covid-19), setiap hari dagangan tidak habis.

“Saya sudah lebih dari 5 kali berhenti untuk memompa. Belum ketemu tukang tambal, karena banyak yang tutup. Tempat yang biasa saya mangkal sepi. Sehari hanya dapat kisaran tiga puluh ribu rupiah. Walau ada wabah, kontrakan rumah tetap harus dibayar, dan dapur harus tetap ngebul,” ucap Khamim.

Pada Selasa (7/4) Tim Dompet Dhuafa Jateng melalui program Bank Pangan berkeliling kota Purwokerto dan Purbalingga untuk membagikan paket sembako dan hand sanitizer bagi mereka yang harus keluar rumah untuk mencari nafkah. Selain sembako, paket gizi serta makanan siap santap juga disebar oleh tim relawan.

Satria Nova, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jateng, menargetkan lebih dari 1.000 paket disebar setiap bulan. Dirinya mengajak siapapun bisa besinergi dalam kebaikan ini, karena hari-hari kedepan akan sulit bagi sebagian orang, khususnya orang-orang miskin, masyarakat rentan miskin, pekerja lepas, serta para buruh dan kelompok rentan lainnya. "Kami pun juga mengajak kerjasama dari semua elemen pemerintahan, masyarakat hingga komunitas untuk bersama-sama membantu ekonomi kecil yang terpuruk di tengah epidemi corona," ujarnya.

Sebagian besar sektor perekonomian terpantau lesu. Bahkan sebagian besar tak beroperasi, mengingat dampak yang terasa dari wabah Corona. Perkantoran yang memberlakukan bekerja dari rumah, turut membawa dampak besar bagi perekonomian kelas bawah. Terlebih mereka yang bekerja dengan mengandalkan pendapatan harian. Dompet Dhuafa sebagai lembaga filantropi Islam berupaya membantu program pemerintah untuk meringankan beban masyarakat dengan memberikan bantuan sembako bagi para pejuang keluarga. Termasuk juga keluarga difabel pra sejahtera yang tersebar.